ABSTRAK SKRIPSI TENTANG BILA JUMIN TERSENYUM
ABSTRAK
Wayansari, Wimbar. 2009. Unsur Intrinsik Cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA. Yogyakarta: PBSID, FKIP, Universitas Sanata Dharma.
Penelitian ini mengkaji unsur intrinsik cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra, yang meliputi tokoh, alur, latar, bahasa, sudut pandang, tema, dan amanat. Selain itu, penelitian ini juga memaparkan hubungan antar unsur intrinsiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur intrinsik dalam cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra dan mendeskripsikan implementasi cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA. Implementasi pembelajarannya meliputi pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Kurikulum yang digunakan ialah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan struktural yang bersumber pada teks sastra sebagai bahan kajian yang diuraikan unsur-unsur pembentuknya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek/ objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta, kemudian diolah, dan dianalisis.
Hasil analisis cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra terdapat empat tokoh, yaitu (1) Jumin sebagai tokoh utama dan tokoh protagonis, (2) Jamaah sebagai tokoh tipikal dan termasuk dalam tokoh tambahan, (3) Mina sebagai tokoh sederhana dan tokoh datar, juga termasuk tokoh tambahan. (4) Nurni sebagai tokoh statis dan tokoh tambahan. Latar yang digunakan ialah latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat di suatu perkampungan yang mayoritas penduduknya beragama islam. Latar waktu terjadi pada pagi, siang dan malam hari. Kemudian latar sosialnya menunjukkan pada kehidupan lingkungan perkampungan yang mayoritas islam dan mempunyai seorang pendakwah yang sangat dihormati di masyarakat. Alur yang digunakan ialah alur sorot balik, yang memaparkan cerita dari masa lampau kemudian ke masa sekarang. Bahasa yang digunakan ialah bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Sudut pandang yang digunakan ialah sudut pandang yang Mahakuasa, yaitu pengarang serba tahu perasaan dan setiap tindakan tokohya. Tema yang digunakan ialah perlunya pengambilan keputusan yang disertai dengan musyawarah. Lalu amanat yang disampaikan ialah ambillah keputusan yang disertai dengan musyawarah, agar setiap keputusan yang diambil dapat ditimbang baik dan buruknya, serta tidak merugikan atau pun menguntungkan salah satu pihak. Cerpen “Bila Jumin Tersenyum”, mempuyai keterkaitan antara setiap unsurnya. Salah satu unsur yang menonjol ialah antara tokoh dengan latar yang ada pada cerita tersebut. Latar yang sebagian penduduknya taat beribadah, mempengaruhi watak dari masing-masing tokoh. Hubungan antara tema dan amanat juga sangat mempengaruhi, tema yang konkret, mempengaruhi amanat yang disampaikan juga sangat konkret dan nyata.untuk unsur yang lain juga sama-sama saling mempengaruhi, untuk membentuk kesatuan yang utuh dalam suatu karya sastra.
Berdasarkan kurikulum yang terdapat pada KTSP, ditinjau dari standar kompetensi dan kompetensi dasarnya, cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA. Dalam penelitian ini terdapat contoh silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
