ZELFENI WIMRA

February 20, 2010

ABSTRAK SKRIPSI TENTANG BILA JUMIN TERSENYUM

Filed under: cerpen-cerpen

ABSTRAK

Wayansari, Wimbar. 2009. Unsur Intrinsik Cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA. Yogyakarta: PBSID, FKIP, Universitas Sanata Dharma.

Penelitian ini mengkaji unsur intrinsik cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra, yang meliputi tokoh, alur, latar, bahasa, sudut pandang, tema, dan amanat. Selain itu, penelitian ini juga memaparkan hubungan antar unsur intrinsiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur intrinsik dalam cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra dan mendeskripsikan implementasi cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA. Implementasi pembelajarannya meliputi pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Kurikulum yang digunakan ialah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan struktural yang bersumber pada teks sastra sebagai bahan kajian yang diuraikan unsur-unsur pembentuknya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek/ objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta, kemudian diolah, dan dianalisis.
Hasil analisis cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra terdapat empat tokoh, yaitu (1) Jumin sebagai tokoh utama dan tokoh protagonis, (2) Jamaah sebagai tokoh tipikal dan termasuk dalam tokoh tambahan, (3) Mina sebagai tokoh sederhana dan tokoh datar, juga termasuk tokoh tambahan. (4) Nurni sebagai tokoh statis dan tokoh tambahan. Latar yang digunakan ialah latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat di suatu perkampungan yang mayoritas penduduknya beragama islam. Latar waktu terjadi pada pagi, siang dan malam hari. Kemudian latar sosialnya menunjukkan pada kehidupan lingkungan perkampungan yang mayoritas islam dan mempunyai seorang pendakwah yang sangat dihormati di masyarakat. Alur yang digunakan ialah alur sorot balik, yang memaparkan cerita dari masa lampau kemudian ke masa sekarang. Bahasa yang digunakan ialah bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Sudut pandang yang digunakan ialah sudut pandang yang Mahakuasa, yaitu pengarang serba tahu perasaan dan setiap tindakan tokohya. Tema yang digunakan ialah perlunya pengambilan keputusan yang disertai dengan musyawarah. Lalu amanat yang disampaikan ialah ambillah keputusan yang disertai dengan musyawarah, agar setiap keputusan yang diambil dapat ditimbang baik dan buruknya, serta tidak merugikan atau pun menguntungkan salah satu pihak. Cerpen “Bila Jumin Tersenyum”, mempuyai keterkaitan antara setiap unsurnya. Salah satu unsur yang menonjol ialah antara tokoh dengan latar yang ada pada cerita tersebut. Latar yang sebagian penduduknya taat beribadah, mempengaruhi watak dari masing-masing tokoh. Hubungan antara tema dan amanat juga sangat mempengaruhi, tema yang konkret, mempengaruhi amanat yang disampaikan juga sangat konkret dan nyata.untuk unsur yang lain juga sama-sama saling mempengaruhi, untuk membentuk kesatuan yang utuh dalam suatu karya sastra.
Berdasarkan kurikulum yang terdapat pada KTSP, ditinjau dari standar kompetensi dan kompetensi dasarnya, cerpen “Bila Jumin Tersenyum” karya Zelfeni Wimra dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA. Dalam penelitian ini terdapat contoh silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran.

October 22, 2009

Pengantin Subuh Masuk 8 Besar KLA Award 2009 Kategori Penulis Muda Berbakat

Pengantin Subuh
(sumber: http://khatulistiwaliteraryaward.wordpress.com)

Berikut adalah keputusan akhir dewan juri untuk kategori Penulis Muda Berbakat Khatulistiwa Literary Award ke 9, 2009.

Pada akhirnya dewan juri hanya memilih 8 karya yang memenuhi syarat kategori ini dan mereka yang lolos untuk penilaian berikut adalah (dalam urutan tak teratur):

1. Kartini Nggak Sampai Eropa/Sammaria
2. Aku Lelah Menjadi Cantik/Koko P. Bhairawa
3. 9 Matahari/Adenita
4. Lika Liku Luka/Celinereyssa
5. Etzhara/Rino Styanto
6. Pengantin Subuh/Zelfeni Wimra
7.Separuh Bintang/Evline
8.Fortunata/Ria N. Badaria

Sedangkan untuk Kategori Prosa dan Puisi tidak berubah, sebagai berikut:

5 Besar Prosa:

1. Meredam Dendam/Novel/Gerson Poyk
2. Sutasoma/Novel/Cok Sawitri
3. Lembata/Novel/F. Rhardi
4. Lacrimosa/Kumpulan Cerita Pendek/Dinar Rahayu
5. Tanah Tabu/Novel/Anindita S. Thayf

5 Besar Puisi:

1. Dongeng Anjing Api /Sindu Putra
2. Kolam/Sapardi Djoko Damono
3. Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa/Wendoko
4. Puan Kecubung/Jimmy Maruli Alfian
5. Perahu Berlayar Sampai Bintang/Cecep Syamsul Hari

Kepada semua finalis, harap hadir pada malam Anugerah Sastra Khatulistiwa ke 9, bertempat di Plaza Senayan, Jl. Asia Afrika, Jakarta. Dan harap kirim foto penulis, sampul buku, dan biodata ringkas ke Bu Tuti di paramastuty2000@yahoo.com dan Mas Alwi di alwiere@yahoo.com
untuk dimasukkan ke dalam buku program.

Hal sama juga kami mintakan dari para finalis di kategori Prosa dan Puisi. Harap dikirim secepatnya.

March 17, 2009

yang dipikirkan rama-rama

siapa yang meruncing duri di tangkai mawar?

October 13, 2008

humor: ekspresi pemberontakan paling halus

Beberapa Kutipan Anekdot Nashruddin Khoujah

Nashruddin Menangisi Raja

Suatu hari raja jelek, yang buta sebelah dan pincang, yang berteman dengan Mullah, ingin memangkas rambutnya. Tukang cukur pun datang, memangkas rambutnya clan seperti biasanya memberinya cermin untuk bisa melihat bagaimana tukang cukur itu merapihkan rambutnya yang kusut. Ketika menengolc ke dalam cermin, raja melihat kejelekannya clan mulai menangis. Mullah tidak bisa menahan ibanya, dia pun mulai menangis. Mereka berdua sama-sama menangis agak lama. Orang-orang terdekat di situ mulai menghibur keduanya tanpa mengetahui sedikit pun alasan mereka menangis.
Maka orang jelek itu berhenti menangis, tetapi Mullah tidak. Tidak ada seorang pun yang bisa menolongnya. Orang jelek yang pertama menangis sangat heran melihat air mata Mullah terus menerus keluar. Dia berkata:
“Dengar Mullah! Aku perhatikan ke dalam cermin, dan melihat betapa jeleknya aku, aku menjadi sedih, sebab aku tidak hanya seorang raja, melainkan juga kaya akan wanita. Aku jelek, dan hanya inilah alasan aku menangis. Tapi … jelaskan kepadaku bagaimana tentang kamu? Kenapa kumu terus-terusan menangis?”
Sambil menengok raja, Mullah Nasruddin menjawab, `:4nda melihat ke dalam cermin hanya satu kali, melihat din’ Anda dan menangis tidak tertahankan. Namun apa yang kami bisa lakukan sebagai orang-orang yang harus melihat muka Anda sepanjang hari dan malam?jika saya tidak menangis, lalu siapa lagi?! Inilah alasan saya menangis!”

Rugi Sepanjang Hayat

Suatu hari pakar tatabahasa naik kapal. Dia bangga atas kepakarannya dalam (more…)

September 26, 2008

ANDAIKATA HARI RAYA ITU SETIAP HARI

Oleh Zelfeni Wimra

Nashruddin pergi ke sebuah kota pada saat daerahnya mengalami musim paceklik. Di kota itu ia melihat penduduk bersuka ria dalam kemegahan hidup. Mereka semua berpakaian baru dan wangi sembari menikmati suguhan makanan termahal yang serba lezat. Mereka sungguh riang.
Dengan perasaaan heran, Nashruddin bertanya,

“Mengapa kota ini berekonomi tinggi dan masyarakatnya hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan? Apa penyebab penduduk di sini semua kaya-raya dan bahagia, sedangkan penduduk daerahku sedang mengalami krisis pangan?”
Salah seorang warga kota yang mendengar gumaman Nashruddin menjawab,
“Tahukah Anda bahwa kami sedang berhari raya? Semua orang menghidangkan minuman dan makanan paling lezat, lebih lezat dari makanan dalam setahun…”
Nashruddin sejenak berpikir, lalu berkata,
”Andaikata setiap hari adalah hari raya, maka penduduk daerahku tentu akan selamat dari kekurangan makanan. Tentu, penduduk daerahku akan bahagia sepanjang hari…”

Nashruddin terkesan konyol. Jika logika yang dipakainya dibawa ke tengah gaya hidup hari ini, Nashruddin akan mendapat cibiran.
“Oi, Nashruddin, kamu tahu tidak, hari raya itu (more…)

June 6, 2008

SKENARIO FILM PENDEK

Filed under: bilik pribadi

Silakan Tunggu
Transaksi Anda Sedang Diproses

Oleh Zelfeni Wimra

Silakan Tunggu Transaksi Anda Sedang Diproses
Durasi 30 Menit
Sinopsis: Melly, Seorang Mahasiswi yang berasal dari kampung terisolir, kuliah di kota Provinsi. Orang Tuanya bekerja sebagai petani.
Jauh dari orang tua tidak membuat Melly kuliah dengan tekun.
Ia justru larut dalam hedonisme kehidupan mahasiswa.
Bahkan Melly terlibat pergaulan bebas.
Orang tuanya tak pernah tahu semua itu.

I. INT. KAMAR KOS – MEJA BELAJAR - MALAM
(BCU) Tangan Melly menulis surat di atas meja belajar
(DISSOLVE) Melly di depan pagar rumah memberikan surat pada Rita, temannya yang akan pulang kampung. Rita naik angkot. Naik Bus AKDP
(OS) Bunda, semoga Bunda dan Bapak selalu sehat, Amin. Sengaja surat ini Nanda kirim, untuk memberitahu, kalau dua hari lagi nanda harus melunasi uang SPP dan biaya bimbingan skripsi. SPP Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah dan biaya bimbingan skripsi kurang lebih Satu Juta Rupiah. Nanda harap Bunda dan Bapak bisa mengirimnya. Berikan saja pada (more…)

BLOK-BLOK DALAM KEPENYAIRAN

Pengkhianatan Terhadap Humanisme

Penyair Muda Versus Penyair Tua
Pada kisaran tahun 2005, sekumpulan penyair muda dari Jawa Barat dan Bali berembuk soal bagaimana menciptakan wadah berhimpun dan berdialektika dalam proses kreatif kepenyairan di Indonesia. Latar pemberangkatan mereka adalah kondisi ruang komunikasi dan kreasi penyair “muda” tidak memiliki ruang yang menggembirakan. Para penyair “tua” dipandang masih memerankan hegemoni, cenderung sentralistik dan memainkan standarisasi yang mengekang ruang ekspresi bagi yang muda.
Kemudian, di tahun 2007, (more…)

SURAT TERBUKA KEPADA GUBERNUR SUMBAR

SEMOGA Kakanda senantiasa berada di bawah lindungan petunjuk-Nya. Amin. Kenapa saya memanggil Kakanda, sementara orang banyak memanggil Bapak? Ini semata keinginan untuk bisa merasakan kedekatan saja. Suasana hati antara adik dan kakak ketika mengemukakan perasaan dan pikiran menurut hemat saya lebih luas ruangnya dibanding bila seorang anak dan Bapak berdialog. Dengan begitu, bila surat sampai, saya pasti bangga menjadi adik seorang Gubernur. Satu lagi, di masa serba digital ini, berkirim surat sudah jarang terjadi. Seluruh hajat hidup seakan berada di ujung jari. Ingin berkeluh-kesah kepada presiden saja, (more…)

May 6, 2008

Perempuan Bau Asap Itu, Ati

Filed under: puisi-puisi

kudengar lagi dekak batu gilingan
kepulan asap di tungku membungkus baju kurungmu
pada subuh yang belum usai
kuraba tonggak tua rumah gadang yang berbulu digaruk kucing
di situ puisiku pertama kali menyerpih
melekat sebagai debu yang mengambang di langit-langit pagu
dapurmu

kudengar lagi sijingkat atah di ujung tampian
dedak yang berdenging di lantai tanah rumah kita
dan matamu menggambar sawah berjenjang
batang-batang padi menggembung seperti pantau yang hamil
dari sana gabah bersembulan
mengulai dari tangkai
seperti anak-anakmu, ati
ada yang bernas ada yang hampa

kudengar lagi kecimpung tawas dalam kuali
sore itu aku pulang membawa sejinjing belut dan anak gurami
yang kukail di batang air sialang
“kita goreng sama peria atau asam pedas saja?” tawarmu

kudengar lagi, hujan batu berderu di langit kampung
dentangnya menyerang loteng bilikku
subuh seperti mau runtuh
ke dalam secerek air yang telah kau panaskan
lalu secangkir kahwa mengepul
“menjelang berangkat, minumlah
seperti bangau betina sebelum meninggalkan kubangan,” ucapmu
dari anak jenjang pertama
aku turun mengayun lambai
di laman
di tampuk embun
puisiku karam
tersangkut pada kelopak kembang tiga bulan

kudengar lagi kicau pipik tuai
musim bertanam yang riang
lalang-lalang mengungsi ke belukar mintalak
sebab sawah-sawah digenang
ke sana aku mandi-mandi
memakai baju tut wuri handayani
“cepat pulang,” sesalmu
aku pun berlari
percikan lumpur melewati kepala
ingat kambing yang belum dikeluarkan
ingat kulit manis yang belum diangkat dari jemuran
ingat buku bergaris petak dan pr matematika
juga karangan singkat
yang harus dirangkai dengan huruf tegak bersambung
tapi puisiku berdetak di roda bendi
seakan ada yang meningkah rabana
menuntun suara gadis penyanyi kasidah

batinku melulung meniti bansi para bujang
yang kesepian di dangau ladang

aku dengar lagi gesek mata pisau penetek mayang nira
diasah bapak di batu gerinda
dan gerahamku selalu ngilu karenanya
sengilu ketika akhirnya bapak berperangai musang
menerkam-hilang
dari kandang ke kandangrumah gadang

kudengar lagi gerutumu di balik pintu
tentang cengkeh yang terjual murah
harga racun padi yang menanjak
dan bapak yang tak pulang-pulang

selalu kudengar semua, ati
sembari mengintipmu menangis di balik kelambu dipan
selalu
di pelukmu aku ingin rubuh
menghirup tubuhmu yang bau asap
meski dari dari ranah yang tak terdekap
di mana aku kini tersekap

2008

April 21, 2008

naskah film dokumenter alek perkawinan minang rang pasisia

Filed under: naskah pertunjukan

A

FADE IN

ESTABLISHING SHOT - ABSTRAK ALEK RANG PASISIA (ANAK DARO – MARAPULAI DI DALAM PROSESI ALEK) – MUSIK TRADISI + MODERN YANG SEMARAK –TITLE:

ALEK PERKAWINAN MINANG RANG PASISIA

B
DESKRIPSI LOKASI

FADE IN

ESTABLISHING SHOT – KEELOKAN ALAM
PESISIR SELATAN

NARATOR:
Kita sudah berada di salah satu nagari rang Pasisia yakni (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham