ZELFENI WIMRA

June 6, 2008

SKENARIO FILM PENDEK

Filed under: bilik pribadi

Silakan Tunggu
Transaksi Anda Sedang Diproses

Oleh Zelfeni Wimra

Silakan Tunggu Transaksi Anda Sedang Diproses
Durasi 30 Menit
Sinopsis: Melly, Seorang Mahasiswi yang berasal dari kampung terisolir, kuliah di kota Provinsi. Orang Tuanya bekerja sebagai petani.
Jauh dari orang tua tidak membuat Melly kuliah dengan tekun.
Ia justru larut dalam hedonisme kehidupan mahasiswa.
Bahkan Melly terlibat pergaulan bebas.
Orang tuanya tak pernah tahu semua itu.

I. INT. KAMAR KOS – MEJA BELAJAR - MALAM
(BCU) Tangan Melly menulis surat di atas meja belajar
(DISSOLVE) Melly di depan pagar rumah memberikan surat pada Rita, temannya yang akan pulang kampung. Rita naik angkot. Naik Bus AKDP
(OS) Bunda, semoga Bunda dan Bapak selalu sehat, Amin. Sengaja surat ini Nanda kirim, untuk memberitahu, kalau dua hari lagi nanda harus melunasi uang SPP dan biaya bimbingan skripsi. SPP Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah dan biaya bimbingan skripsi kurang lebih Satu Juta Rupiah. Nanda harap Bunda dan Bapak bisa mengirimnya. Berikan saja pada (more…)

BLOK-BLOK DALAM KEPENYAIRAN

Pengkhianatan Terhadap Humanisme

Penyair Muda Versus Penyair Tua
Pada kisaran tahun 2005, sekumpulan penyair muda dari Jawa Barat dan Bali berembuk soal bagaimana menciptakan wadah berhimpun dan berdialektika dalam proses kreatif kepenyairan di Indonesia. Latar pemberangkatan mereka adalah kondisi ruang komunikasi dan kreasi penyair “muda” tidak memiliki ruang yang menggembirakan. Para penyair “tua” dipandang masih memerankan hegemoni, cenderung sentralistik dan memainkan standarisasi yang mengekang ruang ekspresi bagi yang muda.
Kemudian, di tahun 2007, (more…)

SURAT TERBUKA KEPADA GUBERNUR SUMBAR

SEMOGA Kakanda senantiasa berada di bawah lindungan petunjuk-Nya. Amin. Kenapa saya memanggil Kakanda, sementara orang banyak memanggil Bapak? Ini semata keinginan untuk bisa merasakan kedekatan saja. Suasana hati antara adik dan kakak ketika mengemukakan perasaan dan pikiran menurut hemat saya lebih luas ruangnya dibanding bila seorang anak dan Bapak berdialog. Dengan begitu, bila surat sampai, saya pasti bangga menjadi adik seorang Gubernur. Satu lagi, di masa serba digital ini, berkirim surat sudah jarang terjadi. Seluruh hajat hidup seakan berada di ujung jari. Ingin berkeluh-kesah kepada presiden saja, (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham