ZELFENI WIMRA

September 26, 2008

ANDAIKATA HARI RAYA ITU SETIAP HARI

Oleh Zelfeni Wimra

Nashruddin pergi ke sebuah kota pada saat daerahnya mengalami musim paceklik. Di kota itu ia melihat penduduk bersuka ria dalam kemegahan hidup. Mereka semua berpakaian baru dan wangi sembari menikmati suguhan makanan termahal yang serba lezat. Mereka sungguh riang.
Dengan perasaaan heran, Nashruddin bertanya,

“Mengapa kota ini berekonomi tinggi dan masyarakatnya hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan? Apa penyebab penduduk di sini semua kaya-raya dan bahagia, sedangkan penduduk daerahku sedang mengalami krisis pangan?”
Salah seorang warga kota yang mendengar gumaman Nashruddin menjawab,
“Tahukah Anda bahwa kami sedang berhari raya? Semua orang menghidangkan minuman dan makanan paling lezat, lebih lezat dari makanan dalam setahun…”
Nashruddin sejenak berpikir, lalu berkata,
”Andaikata setiap hari adalah hari raya, maka penduduk daerahku tentu akan selamat dari kekurangan makanan. Tentu, penduduk daerahku akan bahagia sepanjang hari…”

Nashruddin terkesan konyol. Jika logika yang dipakainya dibawa ke tengah gaya hidup hari ini, Nashruddin akan mendapat cibiran.
“Oi, Nashruddin, kamu tahu tidak, hari raya itu (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham