humor: ekspresi pemberontakan paling halus
Beberapa Kutipan Anekdot Nashruddin Khoujah
Nashruddin Menangisi Raja
Suatu hari raja jelek, yang buta sebelah dan pincang, yang berteman dengan Mullah, ingin memangkas rambutnya. Tukang cukur pun datang, memangkas rambutnya clan seperti biasanya memberinya cermin untuk bisa melihat bagaimana tukang cukur itu merapihkan rambutnya yang kusut. Ketika menengolc ke dalam cermin, raja melihat kejelekannya clan mulai menangis. Mullah tidak bisa menahan ibanya, dia pun mulai menangis. Mereka berdua sama-sama menangis agak lama. Orang-orang terdekat di situ mulai menghibur keduanya tanpa mengetahui sedikit pun alasan mereka menangis.
Maka orang jelek itu berhenti menangis, tetapi Mullah tidak. Tidak ada seorang pun yang bisa menolongnya. Orang jelek yang pertama menangis sangat heran melihat air mata Mullah terus menerus keluar. Dia berkata:
“Dengar Mullah! Aku perhatikan ke dalam cermin, dan melihat betapa jeleknya aku, aku menjadi sedih, sebab aku tidak hanya seorang raja, melainkan juga kaya akan wanita. Aku jelek, dan hanya inilah alasan aku menangis. Tapi … jelaskan kepadaku bagaimana tentang kamu? Kenapa kumu terus-terusan menangis?”
Sambil menengok raja, Mullah Nasruddin menjawab, `:4nda melihat ke dalam cermin hanya satu kali, melihat din’ Anda dan menangis tidak tertahankan. Namun apa yang kami bisa lakukan sebagai orang-orang yang harus melihat muka Anda sepanjang hari dan malam?jika saya tidak menangis, lalu siapa lagi?! Inilah alasan saya menangis!”
Rugi Sepanjang Hayat
Suatu hari pakar tatabahasa naik kapal. Dia bangga atas kepakarannya dalam (more…)
