ZELFENI WIMRA

October 13, 2008

humor: ekspresi pemberontakan paling halus

Beberapa Kutipan Anekdot Nashruddin Khoujah

Nashruddin Menangisi Raja

Suatu hari raja jelek, yang buta sebelah dan pincang, yang berteman dengan Mullah, ingin memangkas rambutnya. Tukang cukur pun datang, memangkas rambutnya clan seperti biasanya memberinya cermin untuk bisa melihat bagaimana tukang cukur itu merapihkan rambutnya yang kusut. Ketika menengolc ke dalam cermin, raja melihat kejelekannya clan mulai menangis. Mullah tidak bisa menahan ibanya, dia pun mulai menangis. Mereka berdua sama-sama menangis agak lama. Orang-orang terdekat di situ mulai menghibur keduanya tanpa mengetahui sedikit pun alasan mereka menangis.
Maka orang jelek itu berhenti menangis, tetapi Mullah tidak. Tidak ada seorang pun yang bisa menolongnya. Orang jelek yang pertama menangis sangat heran melihat air mata Mullah terus menerus keluar. Dia berkata:
“Dengar Mullah! Aku perhatikan ke dalam cermin, dan melihat betapa jeleknya aku, aku menjadi sedih, sebab aku tidak hanya seorang raja, melainkan juga kaya akan wanita. Aku jelek, dan hanya inilah alasan aku menangis. Tapi … jelaskan kepadaku bagaimana tentang kamu? Kenapa kumu terus-terusan menangis?”
Sambil menengok raja, Mullah Nasruddin menjawab, `:4nda melihat ke dalam cermin hanya satu kali, melihat din’ Anda dan menangis tidak tertahankan. Namun apa yang kami bisa lakukan sebagai orang-orang yang harus melihat muka Anda sepanjang hari dan malam?jika saya tidak menangis, lalu siapa lagi?! Inilah alasan saya menangis!”

Rugi Sepanjang Hayat

Suatu hari pakar tatabahasa naik kapal. Dia bangga atas kepakarannya dalam bidang tatabahasa. Sedangkan di kapal tiada orang lain kecuali Mullah Nasruddin. Suatu saat orang kapal mulai menghidupkan kapalnya, pakar tatabahasa berkata padanya,
“Katakan kepada saya, pernahkah Anda belajar tatabahasa?”
Mullah menjawab, “Tidak, tuan!” Kemudian pakar tata-bahasa itu berkata lagi, “Jadi separuh hidup Anda tidak digunakan untuk apa-apa.”
Mullah sakit hati tetapi dia melanjutkan mengarahkan kapal ke tujuannya. Di suatu tempat tertentu di tengah laut, kapal masuk pusaran air. Pada saat yang mendadak itu Mullah berteriak, “Tuan, katakan pada saya apakah Anda tahu cara berenang?”
“Tidak!” jawab pakar tatabahasa.
“Dalam hal ini,” jelas Mullah, “Seluruh hidup Anda sia-sia!”

Andaikata Semua Hari Itu Hari Raya

Nashruddin pergi ke sebuah kota pada saat daerahnya mengalami musim paceklik. Di sana la melihat penduduknya bersukaria dan hidup mapan. Mereka menyuguhkan manisan termahal clan makanan paling enak. Dengan perasaan heran Nashruddin bertanya, “Mengapa daerah ini berekonomi tinggi clan hidup mapan? Sedangkan penduduk daerahku sedang mengalami krisis pangan?” Salah seorang hadirin menjawab, “Tahukah Anda bahwa kami sedang berhari raya?” Semua orang menghidangkan manisan dan makanan paling enak, lebih enak daripada makanan dan manisan dalam setahun.” Sejenak Nashruddin berpikir, lalu berkata, “Andaikata setiap hari adalah hari raya, maka penduduk daerahku selamat dari kekurangan makanan.”

****
Zelfeni Wimra, Divisi Program Magistra

7 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://zelfeniwimra.blogsome.com/2008/10/13/humor-ekspresi-pemberontakan-paling-halus/trackback/

  1. every soul walk around whatever, but I still in here with time silent. Mr.Killer, please give me lesson, how to way killed them.

    Comment by alex sander — October 22, 2008 @ 6:11 am

  2. bang wimo nashredin adalah tokh yang paling sering saya baca anekdotnya, apalagi dalam, bahas inggris, jadi bang wimo tepat menampilkan tokoh satu ini

    Comment by dodo rio — December 24, 2008 @ 7:23 am

  3. hidup dipenuhi anekdot…terserah…apakh kita akan selalu tertawa…atau menagis mendengar anekdot tersebut…..

    Comment by marhadi efendi — December 31, 2008 @ 11:53 am

  4. Comment by abdul — February 12, 2009 @ 4:02 am

  5. kadang sebuah kebenaran menyelip di sela-sela hiruk pikuk

    http://www.formulabisnis.com/?id=Khusairi

    Comment by abdul — February 12, 2009 @ 4:04 am

  6. kadang sebuah kebenaran menyelip di sela-sela hiruk pikuk

    http://www.formulabisnis.com/?id=Khusairi

    Comment by abdul — February 12, 2009 @ 4:04 am

  7. kadang sebuah kebenaran menyelip di sela-sela hiruk pikuk

    www.formulabisnis.com/?id=Khusairi

    Comment by abdul — February 12, 2009 @ 4:12 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham