ZELFENI WIMRA

October 22, 2009

Pengantin Subuh Masuk 8 Besar KLA Award 2009 Kategori Penulis Muda Berbakat

Pengantin Subuh
(sumber: http://khatulistiwaliteraryaward.wordpress.com)

Berikut adalah keputusan akhir dewan juri untuk kategori Penulis Muda Berbakat Khatulistiwa Literary Award ke 9, 2009.

Pada akhirnya dewan juri hanya memilih 8 karya yang memenuhi syarat kategori ini dan mereka yang lolos untuk penilaian berikut adalah (dalam urutan tak teratur):

1. Kartini Nggak Sampai Eropa/Sammaria
2. Aku Lelah Menjadi Cantik/Koko P. Bhairawa
3. 9 Matahari/Adenita
4. Lika Liku Luka/Celinereyssa
5. Etzhara/Rino Styanto
6. Pengantin Subuh/Zelfeni Wimra
7.Separuh Bintang/Evline
8.Fortunata/Ria N. Badaria

Sedangkan untuk Kategori Prosa dan Puisi tidak berubah, sebagai berikut:

5 Besar Prosa:

1. Meredam Dendam/Novel/Gerson Poyk
2. Sutasoma/Novel/Cok Sawitri
3. Lembata/Novel/F. Rhardi
4. Lacrimosa/Kumpulan Cerita Pendek/Dinar Rahayu
5. Tanah Tabu/Novel/Anindita S. Thayf

5 Besar Puisi:

1. Dongeng Anjing Api /Sindu Putra
2. Kolam/Sapardi Djoko Damono
3. Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa/Wendoko
4. Puan Kecubung/Jimmy Maruli Alfian
5. Perahu Berlayar Sampai Bintang/Cecep Syamsul Hari

Kepada semua finalis, harap hadir pada malam Anugerah Sastra Khatulistiwa ke 9, bertempat di Plaza Senayan, Jl. Asia Afrika, Jakarta. Dan harap kirim foto penulis, sampul buku, dan biodata ringkas ke Bu Tuti di paramastuty2000@yahoo.com dan Mas Alwi di alwiere@yahoo.com
untuk dimasukkan ke dalam buku program.

Hal sama juga kami mintakan dari para finalis di kategori Prosa dan Puisi. Harap dikirim secepatnya.

March 17, 2009

yang dipikirkan rama-rama

siapa yang meruncing duri di tangkai mawar?

October 13, 2008

humor: ekspresi pemberontakan paling halus

Beberapa Kutipan Anekdot Nashruddin Khoujah

Nashruddin Menangisi Raja

Suatu hari raja jelek, yang buta sebelah dan pincang, yang berteman dengan Mullah, ingin memangkas rambutnya. Tukang cukur pun datang, memangkas rambutnya clan seperti biasanya memberinya cermin untuk bisa melihat bagaimana tukang cukur itu merapihkan rambutnya yang kusut. Ketika menengolc ke dalam cermin, raja melihat kejelekannya clan mulai menangis. Mullah tidak bisa menahan ibanya, dia pun mulai menangis. Mereka berdua sama-sama menangis agak lama. Orang-orang terdekat di situ mulai menghibur keduanya tanpa mengetahui sedikit pun alasan mereka menangis.
Maka orang jelek itu berhenti menangis, tetapi Mullah tidak. Tidak ada seorang pun yang bisa menolongnya. Orang jelek yang pertama menangis sangat heran melihat air mata Mullah terus menerus keluar. Dia berkata:
“Dengar Mullah! Aku perhatikan ke dalam cermin, dan melihat betapa jeleknya aku, aku menjadi sedih, sebab aku tidak hanya seorang raja, melainkan juga kaya akan wanita. Aku jelek, dan hanya inilah alasan aku menangis. Tapi … jelaskan kepadaku bagaimana tentang kamu? Kenapa kumu terus-terusan menangis?”
Sambil menengok raja, Mullah Nasruddin menjawab, `:4nda melihat ke dalam cermin hanya satu kali, melihat din’ Anda dan menangis tidak tertahankan. Namun apa yang kami bisa lakukan sebagai orang-orang yang harus melihat muka Anda sepanjang hari dan malam?jika saya tidak menangis, lalu siapa lagi?! Inilah alasan saya menangis!”

Rugi Sepanjang Hayat

Suatu hari pakar tatabahasa naik kapal. Dia bangga atas kepakarannya dalam (more…)

September 26, 2008

ANDAIKATA HARI RAYA ITU SETIAP HARI

Oleh Zelfeni Wimra

Nashruddin pergi ke sebuah kota pada saat daerahnya mengalami musim paceklik. Di kota itu ia melihat penduduk bersuka ria dalam kemegahan hidup. Mereka semua berpakaian baru dan wangi sembari menikmati suguhan makanan termahal yang serba lezat. Mereka sungguh riang.
Dengan perasaaan heran, Nashruddin bertanya,

“Mengapa kota ini berekonomi tinggi dan masyarakatnya hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan? Apa penyebab penduduk di sini semua kaya-raya dan bahagia, sedangkan penduduk daerahku sedang mengalami krisis pangan?”
Salah seorang warga kota yang mendengar gumaman Nashruddin menjawab,
“Tahukah Anda bahwa kami sedang berhari raya? Semua orang menghidangkan minuman dan makanan paling lezat, lebih lezat dari makanan dalam setahun…”
Nashruddin sejenak berpikir, lalu berkata,
”Andaikata setiap hari adalah hari raya, maka penduduk daerahku tentu akan selamat dari kekurangan makanan. Tentu, penduduk daerahku akan bahagia sepanjang hari…”

Nashruddin terkesan konyol. Jika logika yang dipakainya dibawa ke tengah gaya hidup hari ini, Nashruddin akan mendapat cibiran.
“Oi, Nashruddin, kamu tahu tidak, hari raya itu (more…)

June 6, 2008

BLOK-BLOK DALAM KEPENYAIRAN

Pengkhianatan Terhadap Humanisme

Penyair Muda Versus Penyair Tua
Pada kisaran tahun 2005, sekumpulan penyair muda dari Jawa Barat dan Bali berembuk soal bagaimana menciptakan wadah berhimpun dan berdialektika dalam proses kreatif kepenyairan di Indonesia. Latar pemberangkatan mereka adalah kondisi ruang komunikasi dan kreasi penyair “muda” tidak memiliki ruang yang menggembirakan. Para penyair “tua” dipandang masih memerankan hegemoni, cenderung sentralistik dan memainkan standarisasi yang mengekang ruang ekspresi bagi yang muda.
Kemudian, di tahun 2007, (more…)

SURAT TERBUKA KEPADA GUBERNUR SUMBAR

SEMOGA Kakanda senantiasa berada di bawah lindungan petunjuk-Nya. Amin. Kenapa saya memanggil Kakanda, sementara orang banyak memanggil Bapak? Ini semata keinginan untuk bisa merasakan kedekatan saja. Suasana hati antara adik dan kakak ketika mengemukakan perasaan dan pikiran menurut hemat saya lebih luas ruangnya dibanding bila seorang anak dan Bapak berdialog. Dengan begitu, bila surat sampai, saya pasti bangga menjadi adik seorang Gubernur. Satu lagi, di masa serba digital ini, berkirim surat sudah jarang terjadi. Seluruh hajat hidup seakan berada di ujung jari. Ingin berkeluh-kesah kepada presiden saja, (more…)

March 28, 2008

draft esai zelfeni wimra

Binatang Jalang Itu Suka Makan Pagi

 

 

 

Apabila kutinggikan adzan

Aku arahkan kepala ke Gunung Bungsu.

Nenek, bangun

Aku pemakan pagi

 

 

 

Sajak tanpa judul ini salah satu di antara puisi karya penyair legendarsis Indonesia, Chairil Anwar. Puisi yang tidak terpublikasi ini ia lisankan kepada ponakan ayahnya, Zulfahmi (67).

 

Pada usia 7 tahun Chairil dibawa ayahnya, Tulus, dari Medan ke Taeh, Payakumbuh, Sumatera Barat, Indonesia. Chairil Tinggal dengan (more…)

pilihan

Kabar terakhir,  Adam dan Hawa berseteru di surga (more…)

March 4, 2008

kadang kita mirip biawak, kehilangan pertanyaan, kenapa kita tiba-tiba terkurung di lorong ini?

Begitulah, otak dan hati berseteru saja

 

tapi bila hati sudah kosong

otak tidak ada (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham